Pengertian Sistem

Pengertian Sistem dan Karakteristik Sistem

Pengertian Sistem adalah suatu jaringan kerja dari sekelompok elemen yang yang saling berhubungan dan terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dengan kata lain sistem merupakan kumpulan komponen atau elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.

Sistem (System) berasal dari bahasa Yunani “systēmat-, systēma” , yang berasal dari kata “synistanai”, yang berarti “untuk menggabungkan”.

Pengertian Sistem berdasarkan Pendekatan

Ada dua kelompok pendekatan yang biasa digunakan dalam mendefinisikan sistem, yaitu:

1. Pendekatan Prosedur

Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berkaitan, berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

2. Pendekatan Komponen atau Elemen

Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Dari kedua pendekatan tersebut, definisi sistem Pendekatan Komponen atau Elemen yang lebih banyak diterima karena pada kenyataannya suatu sistem memang terdiri dari beberapa sub-sistem.

Karakteristik Sistem

Sistem memiliki karakteristik atau beberapa sifat tertentu, yaitu mempunyai komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah, dan sasaran atau suatu tujuan.

1. Komponen Sistem (components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen dapat terdiri dari beberapa sub-sistem atau sub-bagian, di mana setiap subsistem tersebut memiliki fungsi khusus dan akan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2. Batas Sistem (boundary)

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.

3. Lingkungan Luar (environment)

Sistem Lingkungan dari suatu sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar dapat bersifat menguntungkan dan merugikan.

4. Penghubung Sistem (interface)

Merupakan media penghubung antara subsistem, yang memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya melalui penghubung disamping sebagai untuk mengitegrasikan subsistem-subsistem menjadi satu kesatuan.

5. Masukan Sistem (input)

Masukan adalah energi yang di masukan ke dalam sistem, yang dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Masukan perawatan adalah energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi, sedangkan masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran.

6. Keluaran Sistem (output)

Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lainnya.

7. Pengolah sistem (process)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan lain menjadi keluaran berupa barang jadi.

8. Sasaran (objectives) atau tujuan (goal)

Suatu sistem mempunyai suatu tujuan (goal) dan sasaran (objectives). Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengena pada sasaran atau tujuannya.

Klasifikasi Sistem

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, antara lain:

1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik.

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak yang tidak tampak secara fisik. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.

2. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia.

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi karena proses alam tidak dibuat oleh manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut dengan human-machine sytem atau ada yang menyebut dengan manmachine system.

3. Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tak Tentu (Probabilistic System).

Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Sedangkan sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

4. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka.

Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

Referensi:

  • Yakub, “Pengantar Sistem Informasi”, Yogyakarta : Graha Ilmu, 2012.
  • Jogiyanto, “Analisis dan Desain Sistem Informasi”, 3rd, Yogyakarta: Andi Offset,
    2005.

 

Pengertian Sistem dan Karakteristik Sistem

About the Author: Kanalinformasi

Cuma berbagi informasi dan pengetahuan dari berbagai sumber

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *