pengertian informasi

Pengertian Informasi, Makna dan Nilainya

Tidak mudah untuk mengartikan konsep informasi karena istilah ini mempunyai bermacam aspek dan ciri, kemudian manfaat yang satu dengan yang lainnya berbeda. Pengertian informasi yang satu dengan yang lain terkadang berbeda maknanya karena mempunyai penekanan dan versi yang tidak sama.

Sejalan dengan perkembangan, khususnya di bidang teknologi informasi, konsep informasi juga mengalami perubahan-perubahan sesuai situasi dan kondisi yang memengaruhinya. Definisi-definisi tentang informasi bukanlah klasifikasi mutlak, tetapi rangkaian perjalanan informasi (information journey) yang kerumitannya semakin bertambah.

Pengertian Informasi

Sebagian besar orang awam sering memiliki pengertian yang agak rancu terhadap data dan informasi. Sering terjadi pengertian data digunakan untuk menyebut informasi. Demikian pula sebaliknya.

Pengertian Informasi adalah keterangan, pernyataan, gagasan, serta tanda-tanda yang mengandung nilai, makna, dan pesan, baik data, fakta, maupun penjelasannya yang dapat dilihat, didengar, dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi serta komunikasi secara elektronik atau pun non elektronik. (Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik).

Dalam hubungannya dengan sistem informasi, informasi dapat kita definisikan sebagai kumpulan data yang terstruktur yang dikomunikasikan lewat bahasa lisan, surat kabar, video, dan lain sebagainya. Informasi adalah kumpulan data yang terstruktur yang disampaikan seseorang kepada orang lain

Hal tersebut dapat mempunyai dua pengertian, yaitu

  1. Informasi sebagai benda nyata (information as a thing), dan
  2. Informasi sebagai sesuatu yang abstrak.

Dengan demikian informasi dari sudut pandang sistem informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang.

Di samping itu, dalam Oxford English Dictionary, dijabarkan informasi sebagai sesuatu yang dapat diberitahukan atau dijelaskan (that of which is apprised or told), keterangan (intelligence), dan berita (news). Berita merupakan informasi yang menarik, penting, dan belum pernah didengar.

Makna Informasi

Dalam ungkapan sehari-hari, banyak yang mengatakan bahwa informasi adalah segala yang kita komunikasikan, seperti yang disampaikan oleh seseorang lewat bahasa lisan, surat kabar, video, dan lain-lain. Ungkapan ini (karena seringnya dipakai) dikategorikan sebagai the ordinary notion of information.

ungkapan informasi

Dalam ungkapan tersebut, terkandung pengertian bahwa tidak ada informasi kalau tidak ada yang membawanya. Di antara yang membawa informasi ini, yang paling sering dibicarakan adalah bahasa manusia melalui komunikasi antar manusia. Meskipun tidak selalu manusia yang membawa informasi, komunikasi bisa juga berarti asap, DNA, aliran listrik, atau gambar.

Dengan demikian, informasi di sini bisa dianggap sebagai pesan atau makna yang terkandung dalam sebuah pesan. Padahal, dalam kenyataan sehari-hari, sering kita harus membedakan informasi yang dikandung suatu kalimat atau yang tertulis dalam kalimat tersebut.

Misalnya, si A mengatakan, “Pintar kamu,” kepada si B. Belum tentu yang dimaksud si A bahwa si B benar-benar pintar, tetapi ada makna lain. Jadi, ada makna yang terkandung dalam informasi tersebut.

Oleh karena itu, ada tiga makna dari kata informasi.

1. Informasi sebagai suatu proses.

Informasi sebagai suatu proses yaitu merujuk pada kegiatan-kegiatan menjadi terinformasi.

2. Informasi sebagai pengetahuan.

Di sini, informasi mengacu pada segala kejadian di dunia (entitas) yang tak terhingga, yang tak dapat disentuh, atau sesuatu yang abstrak. Sebagai sesuatu yang abstrak, informasi dilihat dari makna yang terkandung dalam keseluruhan medium yang digunakan, kemudian dapat diartikan secara berbeda antara si pengirim dan si penerima. Informasi dianggap sebagai bagian abstrak dari pikiran manusia sesuai dengan isi dan makna pesan yang diterima.

Misalnya, si Ani berkata kepada Budi, “Wah, pandai betul kamu.” Mungkin, maksud Ani karena jengkel melihat si Budi yang menyontek pekerjaan temannya. Mungkin juga, Budi mengira bahwa Ani betul-betul menganggap Budi pandai.

3. Informasi suatu benda atau penyajian yang nyata dari pengetahuan.

Sebagai benda yang nyata, informasi dilihat dari rangkaian simbol-simbol dan dapat ditangkap oleh panca indra manusia serta dapat saling dipertukarkan. Informasi dianggap sebagai bahan mentah yang nyata, yang berada di luar manusia yang memerlukan pemrosesan lebih lanjut.

Sebagai contoh, pemakai perpustakaan mencari informasi tentang penelitian perpustakaan. Petugas perpustakaan kemudian mengambilkan buku tentang penelitian perpustakaan karangan Basuki. Di sini, petugas menganggap bahwa informasi tersebut berada dalam buku itu yang dapat diambil dari rak dan diberikan kepada pemakai.

Terkait dengan mutu informasi, dijabarkan menjadi:

  1. information-as-process (berperan menyampaikan),
  2. information-as-knowledge (sesuatu yang dirasakan dalam information-as-process, pengetahuan yang dikomunikasikan),
  3. information-as-thing (informasi adalah objek seperti data dan dokumen yang dapat memberikan informasi).

Nilai Informasi

Informasi dalam konteks sistem informasi akan menjadi bernilai, semakin formal, dan ideal apabila didasarkan pada sepuluh sifat menurut Burch dan Strater, sebagai berikut.

  1. Accesibility: sifat ini menunjukkan mudah dan cepatnya diperoleh keluaran informasi.
  2. Luas dan lengkapnya (comprehensiveness): sifat ini menunjukkan lengkapnya isi informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya, tetapi juga mengenai output informasinya.
  3. Ketelitian (accuracy): berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan pengeluaran informasi.
  4. Kecocokan (appropriateness): sifat ini menunjukkan seberapa jauh keluaran informasi berhubungan dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus berhubungan dengan masalah.
  5. Ketepatan waktu (timeliness): berhubungan dengan waktu yang dilalui dan yang lebih pendek pada saat diperolehnya informasi.
  6. Kejelasan (clarify): atribut ini menunjukkan tingkat keluaran informasi dan bebas dari istilah-istilah yang tidak dipahami.
  7. Keluwesan (flexibility): sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi.
  8. Dapat dibuktikan (verifiability): atribut ini menunjukkan kemampuan beberapa pengguna informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.
  9. Tidak ada prasangka (freedom from bias): sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.
  10. Dapat diukur (quantifiable): sifat ini menunjukkan hakikat informasi yang dihasilkan pada sistem informasi formal.

Suatu informasi yang bermutu tinggi dapat membuat si penerima peka terhadap lingkungan sehingga mampu mengambil tindakan untuk mengatasi setiap perubahan situasi yang terjadi. Daya atau kemampuan yang dimiliki informasi ini tampak dalam kemampuannya membentuk gagasan, baik fisik maupun mental.

Dalam kelanjutannya, informasi yang bermutu rendah dapat menimbulkan kesalahpahaman atau penyimpangan makna sebagai akibat suatu gangguan terhadap sumber informasi atau proses transmisi. Informasi merupakan sarana baku untuk menunjang dan meningkatkan kegiatan bidang ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan teknologi.

Individu sebagai pengguna tentu mengharapkan informasi yang akurat. Informasi harus sesuai dengan kenyataan. Keandalan suatu informasi meningkat apabila informasi tersebut dapat diverifikasi, yakni kebenarannya dapat dibuktikan secara independen.

Informasi harus cukup up-to-date. Sesuai dengan maksud penggunaannya, informasi harus lengkap dan tepat sehingga pihak yang menerima dapat memilih perincian spesifik yang sesuai dengan kebutuhannya. Informasi harus bermakna jelas, yakni dapat dimengerti oleh si penerima.

Daftar Pustaka:

  • Davis, Gordon B. (1999). Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen: Bagian I Pengantar. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.
  • Robertson, James, November. (2005). 10 Principles of Effective Information Management
  • Zorkoczy, Peter. (1990). Information Technology: An introduction. London: Pitman Publishing.

 

Pengertian Informasi, Makna dan Nilainya – Kanal Informasi

Kanal Informasi Indonesia

About the Author: KanalInfo

turut berbagi informasi menarik kepada masyarakat online dari sumber terpercaya

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *