Masjid Cheng Ho Pandaan, Kabupaten Pasuruan

Masjid Cheng Ho Pandaan

Merasakan Ibadah dengan Suasana Berbeda. Matahari mulai menyingsing di ufuk Barat. Hawa teduh marayap di Kelurahan Petung Asri Pandaan. Sebuah masjid berdiri kokoh tidak jauh dari jalan raya Surabaya – Malang. Dilihat dari luar, didominasi warna merah, dilengkapi dengan atap segi delapan. Bentuknya menyerupai Pagoda.

Itulah Masjid Cheng Ho. Sengaja dibangun dengan perpaduan budaya arsitektur Cina dan kebudayaan Islam temporer. Memiliki halaman begitu luas sehingga bisa digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan. Bahkan juga untuk resepsi pernikahan.

Bangunan utama Masjid Cheng Ho berjarak sekitar seratur meter dari jalan raya. Begitu menginjakkan kaki di pelataran masjid, suasana sudah terasa berbeda. Begitu bersih dan rindang. Dua pohon mangga dan beberapa pohon palm tumbuh di halaman depan masjid.

Semakin dekat dengan masjid, terdapat dua pilar yang menopang atap masjid yang menjorok ke depan. Diameternya begitu besar, sekitar satu meter dan dicat merah. Selangkah kemudian, mulai menginjakkan kaki di lantai masjid. Lantai ini dibuat dari keramik kecoklat-coklatan. Di sisi Utara, terdapat bedug berukuran besar. Suaranya terdengar begitu mantap dan mendebarkan. Dug..dug..dug..

Begitu masuk, terdapat dua ornamen cantik. Inilah hiasan dinding dengan perpaduan gaya Islam dengan warna merah menyala identik Cina. Termasuk juga pintu masuk utama.

Sampai-sampai tulisan petunjuk masjid, tidak luput dengan ciri Cina. Meski menggunakan bahasa Indonesia, namun ditulis dengan gaya huruf Negeri Tirai Bambu. Seperti tulisan petunjuk arah “Laki-laki” dan “Perempuan”. Juga, “Masuk masjid, HP harus dimatikan”.

Masjid Cheng Ho Pandaan

Masjid Cheng Ho yang kini jadi kebanggaan warga Muslim Pandaan ini dibangun dengan dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk tempat belajar mengajar dan perpustakaan. Baru di lantai kedualah, digunakan untuk tempat beribadah.

Menuju ke lantai dua, para jamaah bisa melihat hiasan yang menarik. Pegangan tangga dibuat dari besi dengan warna keemasan. Kaca-kaca di dinding dibuat dari kaca kwarsa dengan motif keislaman. Semuanya terlihat begitu indah dan megah.

Sampai di ruang utama, suasana masjid yang sebagian dana pembangunannya hasil swadaya ini berubah hening dan tenang. Sayup-sayup terdengar orang mengaji yang terdengar dari pengeras suara. Begitu syahdu dan meluluhkan hati. Ketika bersujud, lalu duduk bersila sambil memanjatkan doa, terasa sangat dekat kepada-Nya.

Keagungan masjid semakin terasa ketika memandang ke langit-langit. Atap berbentuk segi delapan ditopang delapan pilar. Semakin ke tengah, atap bertingkat ditopang dengan empat pilar. Hingga paling tengah, bergantung lampu hias megah menjulur ke bawah. Benar-benar elok nan indah.

Seperti masjid pada umumnya, Masjid Cheng Ho dibagi dua bagian. Di depan adalah shaf-shaf untuk jamaah pria. Sedang di belakang adalah shaf-shaf untuk jamaah wanita. Karpet hijau yang terhampar, menutupi seluruh bagian lantai.

Menariknya, di sisi kanan ada jalan menuju toilet dan temput wudlu jamaah pria. Sadang untuk jamaah wanita bisa langsung ke sisi kiri. Artinya, para jamaah bisa langsung turun dari lantai dua ke tempat wudlu.

Beribadah di sini, ada suasana berbeda. Dengan suasana berbeda inilah, membuat kita lebih sreg. Selain dipakai tempat beribadah warga sekitar, Masjid Cheng Ho lebih banyak disinggahi para musafir atau pelancong.

Wajar, karena masjid Cheng Ho berlokasi di jalan raya yang menghubungkan Surabaya – Malang. Mereka ingin melihat langsung masjid yang dibangun dengan arsitektur khusus untuk mengenang perjuangan Laksamana Cheng Ho itu. Mereka sangat tertarik dengan bentuk bangunannya yang unik. Di bulan Ramadan, jamaahnya bertambah banyak. Masjid ini dibuka selama 24 jam dan malam hari ada penjaganya.

 

Masjid Cheng Ho Pandaan, Kabupaten Pasuruan

You May Also Like

About the Author: Kanalinformasi

Cuma berbagi informasi dan pengetahuan dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *